Categories
Blogging

Cekik Impor, Gemukkan Industri Lokal

Sepanjang Januari hingga November 2015, ekspor mobil dalam bentuk CBU (Completely Built Up) sebesar 207.691 unit dan 108.770 unit dalam bentuk CKD (Completely Knock Down). Dibanding tahun 2014 yang sebesar 202.273 (CBU) dan 108.550 (CKD). Nah, menariknya selain ekspor dalam bentuk utuh. Industri otomotif nasional juga ekspor komponen yang terus perbaikan kinerja.

Tercatat pada 2015, ekspor komponen mencapai 4.683.519 pieces. Dibanding 2014 sebesar 4.208.355 pieces. Rekor tertinggi ekspor komponen terjadi pada 2012 yang tembus di angka 55.504.758 pieces. Strategi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri otomotif di ASEAN, tentu wajib didukung. Saat ini kita hanya kalah dari Thailand yang memiliki pangsa pasar dikawasan sebesar 43,5 persen, Indonesia menyusul dibelakangnya sebesar 34 persen.

Sejak tahun lalu, Pemerintah telah merilis aturan baru berupa Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 34 tahun 2015 tentang Industri Kendaraan Bermotor Roda Empat Atau Lebih Dan Industri Sepeda Motor. Aturan ini merupakan wujud upaya mendorong ekspor. Salah satu poin pentingnya adalah pembatasan impor mobil dalam bentuk terurai alias Completely Knock Down (CKD) sebanyak 10 ribu unit per tahun.

Harapannya adalah dapat merangsang pabrikan dalam menambah produk global yang diproduksi di Indonesia, sehingga dapat diterima pasar dunia. tantangan Seperti diketahui Indonesia telah menjadi basis produksi MPV (Multi Purpose Vehicle), sedangkan pasar dunia dominan mobil Sedan. Nah, line produksi pun dipenuhi oleh kebutuhan MPV, berserta pengembangan risetnya.

Sehingga, industri otomotif Tanah Air pun tertinggal jika bicara mobil sedan. Namun, nyatanya kini kebutuhan mobil MPV di dunia pun kian tumbuh. Terutama pada pasar Asia dan Timur Tengah, yang belakangan terus meningkatkan jumlah permintaan MPV dari Indonesia.